Kisah Nabi Ishaq : Cerita 25 Nabi Dan Rasul

Seperti diceritakan sebelumnya pada kisah Nabi Ibrahim dan kisah Nabi Ismail, perkawinan nabi Ibrahim dengan Siti Hajar mempunyai seorang putra bernama Ismail. Dengan istri pertama yaitu Sarah juga mendapatkan keturunan seorang nabi. Nabi dari istri pertama ini adalah Nabi Ishaq AS.

Kelak nabi Ishaq juga menurunkan nabi-nabi dan pemimpin sebagaimana janji Allah kepada Nabi Ibrahim. Dalam bahasa Ibrani, Ishaq bernama Yashak yang berarti Yadhak. Di istilahkan demikian karena ibunya tertawa ketika mendengar kabar gembira dari malaikat yaitu hamil dimasa tua.

Tidak heran jika Nabi Ibrahim mendapat predikat bapak para nabi sebab dari bangsa Isra'il dan bangsa Arab semuanya keturunannya. Nabi yang memimpin bangsa Isra'il dan bangsa Arab adalah keturunan Nabi Ibrahim hingga Nabi besar akhir zaman yaitu Muhammad SAW.

Nabi Ishaq menurunkan nabi dan pemimpin pada bangsa Isra'il sedangkan nabi Ismail menurunkan nabi dan pemimpin bangsa Arab.

Cerita 25 Nabi Dan Rasul Kisah Nabi Ishaq

Seperti halnya Nabi-Nabi lainnya, maka Nabi Ishaq AS. pun diperintahkan untuk mengajarkan cara-cara shalat, puasa, zakat dan haji serta meninggalkan perbuatan maksiat pada kaumnya. 

Kenabian Ishaq telah diterangkan dalam Al Qur'an surat An Nisaa ayat 163 yang berbunyi: 

"Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan Nabi-Nabi yang datang kemudian. Dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'kub, dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud". (An Nisa': 163) 

Maksud ayat di atas ialah ketika Allah berfirman kepada Nabi Muhammad SAW. bahwa sebelum beliau, telah diturunkan pula wahyu kepada Nabi-Nabi tersebut. Dengan demikian kenabian Ishaq tidak dapat diragukan kebenarannya. 

Nabi Ishaq AS. merupakan anak kedua Nabi Ibrahim AS. dari istrinya yang pertama yang bernama Sarah dalam usia yang sudah tua. Kabar bahwa Nabi Ibrahim AS. dan istrinya Sarah akan mempunyai anak walaupun dalam usia senja dibawa oleh 3 Malaikat yang berkunjung kerumahnya.

"Kami akan mengabarkan kepadamu wahai Ibrahim, bahwa isteri tuan akan mempunyai anak yang alim dan shaleh" ujar mereka bertiga. Demi mendengar hal itu, Sarah yang dari tadi berada di balik pintu segera menghambur pada nabi Ibrahim. 

"Benarkah aku akan mempunyai anak, sedangkan usia kami telah tua ? "tanya nabi Ibrahim yang bersamaan dengan isterinya kepada para malaikat itu. Mereka tidak percaya dengan khabar yang dibawa malaikat itu. Sebab mereka mengira tidak akan mempunyai keturunan lagi dikarenakan usianya yang sudah tua. 

Namun ketiga malaikat itu meyakinkan dengan kata-kata : "Kami menyampaikan kabar gembira yang benar kepada kalian. Janganlah kalian termasuk orang-orang yang berputus.asa, "kata ketiga malaikat itu berusaha meyakinkan. 

Perbincangan malaikat dengan nabi Ibrahim tentang isterinya yang akan hamil diabadikan dalam Al Qur'an surat Al Hijr ayat 52 sampai 56: 

Setelah mendengar kabar yang menggembirakan sekaligus menggelikan ini Siti Sarah lari ke dalam kamarnya dan tetap tertawa. Sedangkan nabi Ibrahim masih berbincang-bincang dengan para tamunya.

Allah Maha Benar. Sebab tidak lama setelah kedatangan para malaikat itu Siti Sarah hamil. Dalam keadaan demikian ia tetap bersyukur dan tetap berdoa agar anak yang dikandungnya kelak mempunyai budi pekerti yang baik. 

Sesuai janji Allah anak itu lahir dengan selamat dan menjadi panutan kaumnya. Sebab semua yang diperintahkan oleh-Nya selalu diikuti oleh kaumnya. 

Setelah lahir anak itu diberi nama Ishaq. Sebagian ulama menerangkan bahwa asal muasal kata Ishaq berarti tertawa. Ada pula yang mengatakan bahwa Ishaq itu berarti tersenyum, artinya semua orang yang diberi tahu oleh Siti Sarah akan kehamilannya semua tersenyum. 

Dalam surat Hud juga telah dijelaskan mengenai khabar gembira yang dibawa malaikat pada Ibrahim, yang artinya :
"Ketika itu isteri Ibrahim (Siti Sarah) sedang berdiri, maka tertawalah ia ketika Allah memberi kabar gembira kepadanya, bahwa ia akan mempunyai seorang anak yakni Ishaq yang akan mempunyai keturunan bernama Ya'kub. Lalu Sarah berkata: "Hai kiranya sungguh mengherankan benar aku akan beranak padahal usiaku dan suamiku telah tua. Malaikat berkata: Adakah engkau melihat kekuasaan Allah ? Itulah rahmat dan karunia-Nya kepadamu dan ahli rumah tanggamu semua. Sesungguhnya Allah Maha Mulia lagi Terpuji. (Hud: 71 - 73) 

Allah berfirman dalam Al Qur'an surat Shood ayat 45 sampai 47 : 

Artinya: Perhatikanlah riwayat hamba-hamba Kami, Ibrahim, Ishaq, dan Ya'kub. Semuanya mempunyai kekuatan-kekuatan yang hebat dan pemandangan luas. Kami men-sucikan mereka dengan kesucian yaitu mengingat Kami dan kampung akhirat. Sesungguhnya mereka itu, pada sisi Kami termasuk golongan orang-orang baik. 

Sudah jelas bagi kita jika melihat firman Allah di atas bahwa Nabi Ibrahim dan semua keturunannya mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah. Sebab mereka tidak pernah melakukan perbuatan maksiat sedikitpun, dan diterangkan pula bahwa Nabi Ishaq mempunyai keturunan yang akan menjadi Nabi dan pemimpin bangsa Israil. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar