Bagaimana Proses Terjadinya Awan Dan Hujan

Kemarin kita baru saja membicarakan tentang pelangi dan hari ini kita masih membahas seputar kejadian dilangit yaitu kita akan mencari tahu bagaimana proses terjadinya awan dan hujan.

Pada saat matahari bersinar dengan terik dan melepaskan hawa panas, maka air yang terdapat dipermukaan bumi seperti laut, danau atau sungai akan menguap.

Uap air tersebut berbentuk molekul-molekul yang sangat kecil sehingga mata kita tidak bisa melihatnya saat uap air tersebut bergerak naik ke atas.

Semakin tinggi ke atas, oksigen semakin sedikit dan udara semakin dingin sehingga jutaan molekul uap air tersebut kemudian mengkristal menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran uap air tersebut-lah yang disebut awan.

gambar awan dilangit

Mengapa ada awan yang berwarna putih, abu-abu dan juga abu-abu gelap ?.


Butiran-butiran air yang telah menyatu dan membentuk awan cenderung efisien menyebarkan cahaya, sehingga jumlah radiasi matahari berkurang.

Tingkat radiasi dari sinar matahari yang diserap oleh awan tersebut-lah yang menyebabkan awan berwarna putih, abu-abu, abu-abu gelap atau merah jingga saat matahari terbit atau terbenam.

Apabila awan telah terbentuk, butir-butir air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana butir-butir air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.

Jika butir-butir air tersebut bertemu udara panas, butir-butir itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan awan selalu berubah-ubah bentuknya.

Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Kadangkala, suhu udara yang terlalu dingin membuat butiran-butiran air tersebut membeku membentuk es dan jatuh kembali ke bumi sebagai salju.

gambar awan comulonimbus

Apakah Awan Comulonimbus Itu ?.

Awan Comulonimbus adalah awan yang terbentuk akibat ketidak stabilan lapisan atmosfir.

Awan yang terbentuk akibat dari ketidakstabilan atmosfer ini dapat terbentuk sendiri dan berkelompok, ataupun di sepanjang front dingin di garis equator bumi.

Awan Cumulonimbus ini menimbulkan kilat dan juga guntur, hingga hujan lebat, angin kencang, bahkan hujan es. Kalau terbentuk menjadi supersel bisa menyebabkan badai petir besar dilapisan awan.

Awan Cumulonimbus ini terdiri dari tetesan-tetesan air di bagian bawah, sedangkan di bagian atas terdiri dari tetes-tetes salju ataupun kristal es. Gesekan yang terjadi antara partikel-partikel awan didalamnya inilah yang dapat menimbulkan muatan listrik atau menjadikannya seperti baterai raksasa di atas langit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar