Dongeng Putri Malu Dan Cermin Ajaib

Setiap manusia lahir dengan membawa takdir masing-masing dan seperti setiap mahluk yang Tuhan ciptakan, setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang kita miliki janganlah menjadikan kita sombong dan sebaliknya, kekurangan yang kita miliki jangan menjadikan kita minder dan malu seperti yang ada dalam kisah kelinci dan kura-kura.

Kecantikan dan ketampanan wajah seseorang tidak akan bisa mengalahkan kebaikan dari hati yang tulus seperti yang dikisahkan dalam cerita anak dibawah ini yang berjudul Putri Malu Dan Cermin Ajaib.



Dongeng Anak Putri Malu Dan Cermin Ajaib

Dongeng Putri Malu Dan Cermin Ajaib
Pada jaman dahulu hiduplah seorang gadis yang tinggal sendiri di sebuah rumah yang tidak jauh dari ladang gandum di sebuah negeri yang sangat subur. Gadis itu sangat buruk rupa dan memiliki cacat pada bagian wajahnya , sehingga ia terlalu malu untuk bergaul keluar rumah dan bermain dengan teman-teman sebayanya sehingga ia di beri julukan "Putri Malu". 

Putri malu walau wajahnya sangat buruk namun hatinya sangat baik, ia sering menolong orang yang kesusahan dengan membantu apa yang ia bisa lakukan, ia tidak menghiraukan wajahnya yang buruk namun ia berhati mulia dan sebenarnya banyak orang yang suka dengan kebaikan hatinya.

Pada suatu malam, saat bulan purnama datang, si putri malu memberanikan diri untuk keluar rumah karena ia yakin tidak akan ada orang yang bisa melihat rupanya dengan jelas seperti pada siang hari.

Kemudian ia duduk dibawah pohon yang rindang sambil memandangi bulan purnama dengan langit yang bersih dan terang serta bertaburan bintang seraya berkata, "Hai bintang di langit, ijinkan aku untuk meminta sesuatu kepadamu, bisakah aku menjadi cantik seperti kebanyakan gadis yang lain?". Sambil berlinang air mata, sang putri malu menatap langit biru nan terang malam itu.

Setelah malam menjadi larut, putri malu kembali masuk kedalam rumah, namun baru saja sampai didepan pintu, tiba-tiba ia merasakan menginjak sebuah benda. "Hey, benda apa ini?", kemudian ia memungut benda tersebut dan ternyata itu adalah sebuah cermin.

Ia heran kenapa cermin ini ada di luar rumah dan tidak biasanya ia melihat cermin sebesar wajahnya berada di luar kamarnya. Kemudian ia masuk kamar dan sebelum tidur ia mencermati wajahnya di cermin baru yang ia temukan di depan pintu rumahnya.

"Wahai cermin, bisakah kau merubah wajahku yang jelek ini menjadi sangat cantik sebelum aku tidur malam ini?", tiba-tiba dari balik cermin muncul seorang peri sambil tersenyum melihat wajah putri malu yang bertanya kepada cermin.

"Tuan putri, sebenarnya kau sudah cantik dari dalam batinmu, kau sering menolong orang yang sedang kesusahan walau dirimu sedang dalam kesusahan, ketahuilah engkau seperti tuan putri yang sedang dalam ujian, namun akhirnya kau telah berhasil melawan karma-mu karena kau telah berbaik hati kepada sesama". peri yang ada di dalam cermin berkata sambil tersenyum kepada putri malu.

Akhirnya karena kesabaran serta hatinya yang baik, putri malu berubah menjadi cantik jelita dan kini putri malu tinggal bersama pangeran yang datang meminang-nya sebagai putri kerajaan yang berwajah cantik dan baik hatinya dan ia bukanlah seorang pemalu lagi.

Makna yang bisa kita petik dari dongeng putri malu dan cermin ajaib ini adalah bahwa kecantikan fisik tidak akan bisa mengalahkan kecantikan jiwa yang tercermin dari perbuatan dan tingkah laku kita sehari-hari, berbuat baiklah kepada sesama manusia dengan tulus dan tanpa pamrih.

Download PDF

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar